18.4.13

ESR METER (Equivalent Series Resistance Meter)
Rp.85.000,-
spesifikasi:
baterai: 9volt
frekwensi: 156kHz
menggunakan IC: HD17LS14P 
berat: +/- 320gram 
VU meter: 2,8"
model FSE-01 dimensi: P x L x T = 90mm X 67mm X 50mm 
model FSE-02 dimensi: P x L x T = 120mm X 75mm X 50mm

Model : FSE-01

Model : FSE-02

Kabel Pointer NYAF 1,5mm
Kabel pointer menggunakam jenis NYAF 1,5mm yang minim resistance, untuk menjaga keakuratan pengukuran serta awet

Baterai baru dan berkualitas

Semua teknisi pasti mempunyai pengalaman yang sama bahwa perangkat elektronik yang sudah berumur pada umumnya sering dijumpai ada beberapa elco yang kering atau turun nilainya, terutama banyak diketemukan pada pesawat elektronik merk-merk china. Elco yang kering dapat menimbulkan berbagai macam gangguan yang kadang sulit dilacak atau bahkan dapat membuat bagian-bagian tertentu tidak kerja sama sekali, terutama jika digunakan pada sirkit yang bekerja pada frekwensi tinggi seperti SMPS (Switch Mode Power Suply) dan bagian Horisontal, Vertikal, Elco kering terkadang membuat teknisi pusing kepala dan memakan banyak waktu saat melacak kerusakan.

Banyak teknisi menyiasati masalah ini dengan cara langsung mengganti semua elco yang ada, dengan tanpa mempedulikan apakah elco - elco tersebut rusak atau tidak. Hal ini umumnya memang cukup berhasil. Tetapi terkadang elco pengganti kualitasnya tidak bagus, sehingga pesawat elektronik rusak lagi setelah dipakai beberapa waktu. Mengganti semua elco juga merupakan suatu masalah sendiri jika sirkit yang diperbaiki banyak menggunakan elco. Penggunaan ESR meter ternyata merupakan pilihan yang paling tepat untuk mengatasi problem-problem diatas. Kami sarankan ESR meter merupakan tool yang wajib dimiliki oleh setiap teknisi setelah avo-meter.

Video cara penggunaan ESR Meter
video

Keuntungan menggunakan ESR meter :
1. ESR meter dapat Melacak elco rusak dengan waktu lebih cepat karena tidak perlu melepas elco (in-circuit tester) satu persatu.
2. Hanya elko rusak yang diganti
3. ESR meter dapat digunakan untuk memeriksa kualitas elco baru maupun bekas. Kadang pesawat elektronik rusak lagi setelah di service hanya disebabkan karena elco baru yang dipasang ternyata kualitasnya jelek.
4. Elko yang jika di cek menggunakan ohm-meter kadang hasilnya menipu. Karena kalau dicek dengan ESR meter ternyata ESR-nya sudah menjadi besar(elco rusak).
5. ESR meter dapat dipakai untuk memeriksa flyback yang short pada gulungan bagian primer (antara pin-B+ dengan pin-Kolektor), def yoke yang short, bagian primer tranfo power yang short.
6. ESR meter dapat untuk mengetahui apakah re-chargeable bateri masih baik. Re-chargeable bateri yang sudah rusak umumnya ESR-nya lebih besar jika dibanding yang masih baik.
7. ESR meter dapat untuk melacak jalur PCB yang bocor/short
8. Dengan membandingkan pada kapasitor yang masih baik, ESR-meter dapat dipakai untuk memeriksa kapasitor dengan nilai diatas 10nf

Catatan :
1. ESR meter tidak dapat untuk mengetahui elco bocor atau short.
2. ESR meter hanya cocok untuk memeriksa elco dengan nilai mulai 0.47uF ke atas (10nF sampai 0,47uF dg menggunakan tabel pengukuran yang di buat seperti poin 8 di atas )

Apakah sebenarnya ESR itu?
Umumnya parameter yang dimiliki sebuah elco yang dipahami oleh teknisi adalah “tegangan kerja maksimum” dan “nilai kapasitansi”. Pada hal sebenarnya masih ada beberapa parameter lain misalnya adalah "temperature kerja maksimum" (85 atau 105 derajat C) dan "ESR" (Equivalent Series Resistance).

Kecuali bersifat kapasitif, dalam prakteknya elco juga mempunyai karakteristik “resistif” yang disebabkan karena kombinasi resistansi kaki-kakinya, sambungan internal, plat dan elektrolit. Karakteristik resistif inilah yang membentuk ESR, karena kalau digambarkan maka seakan-akan seperti dipasang seri dengan kapasitansi elco tersebut.

1. Idealnya ESR sebuah elco adalah nol, tetapi dalam praktek hal ini tidak mungkin.
2. Elco tegangan tinggi cenderung mempunyai ESR yang lebih besar dibanding elco tegangan rendah

3. Elco dengan nilai kapasitan kecil cenderung mempunyai ESR lebih besar dibanding elco nilai besar.
4. Elco 105 derajad (C) cenderung mempunyai ESR lebih besar dibanding elco 85 derajad (C).


CARA PEMAKAIAN
Untuk pengecekan Condensator Milar
  1. Hubungkan kedua pointer / jepit buaya merah sama hitam
  2. Atur Nol ( 0 ) ohm adjustmen ( putar potensio sampai jarum  menunjukkan pada skala Nol ( 0 )
  3. ESR meter siap di gunakan untuk mengecek elko dan milar
  4. Untuk pengukuran 22nf jarum menunjukkan pada skala 14 - 15, lebih dari itu berarti milar jelek
  5. Untuk pengukuran 39nf jarum menunjukkan pada skala 9, lebih dari itu berarti milar jelek
  6. Untuk pengukuran 47nf jarum menunjukkan pada skala 7, lebih dari itu berarti milar jelek
  7. Untuk pengukuran 68nf jarum menunjukkan pada skala 6, lebih dari itu berarti milar jelek
  8. Untuk pengukuran 100nf jarum menunjukkan pada skala 4, lebih dari itu berarti milar jelek
  9. Untuk pengukuran 180nf jarum menunjukkan pada skala 1,2 - 1,5, lebih dari itu berarti milar jelek
  10. Untuk pengukuran 220nf jarum menunjukkan pada skala 1, lebih dari itu berarti milar jelek
  11. Untuk pengukuran 330nf jarum menunjukkan pada skala 0,5, lebih dari itu berarti milar jelek
  12. Untuk pengukuran 470nf jarum menunjukkan pada skala 0,2 - 0,3, lebih dari itu berarti milar jelek

Untuk pengecekan ELCO (Electrolit Condensator)


  1. Hubungkan kedua pointer / jepit buaya merah sama hitam
  2. Atur Nol ( 0 ) ohm adjustmen ( putar potensio sampai jarum menunjukkan pada skala Nol ( 0 )
  3. ESR meter siap di gunakan untuk mengecek elko
  4. Untuk pengukuran 1uF, 2u2, 3u3 jarum menunjukkan pada skala 0,5 - 1, lebih dari 1 berarti elko jelek
  5. Untuk pengukuran 4u7 jarum menunjukkan pada skala 0,8, lebih dari 0,8 berarti elko jelek
  6. Untuk pengukuran 10uF, 22uF, 33uF jarum menunjukkan pada skala 0,2 – 0,4, lebih dari 0,4 berarti elko jelek
  7. Untuk pengukuran 47uF jarum menunjukkan pada skala 0,1, lebih dari 0,1 berarti elko jelek
  8. Untuk pengukuran 100uF. 100uF ke atas jarum menunjukkan pada skala 0, lebih dari 0 berarti elko jelek

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar